“PANGGILAN SEORANG NABI SERTA RELEVANSINYA BAGI PELAYANAN GEMBALA SIDANG MASA KINI

 



 “PANGGILAN SEORANG NABI SERTA RELEVANSINYA BAGI PELAYANAN GEMBALA SIDANG MASA KINI

Oleh:

Daud Minggu

 

PENDAHULUAN

Latar Belakang

            Menjadi seorang Nabi menurut Abraham Heschel merupakan suatu tanda kehormatan sekaligus suatu kemalangan[1]. Namun di sepanjang sejarah telah banyak bermunculan para Nabi-nabi yang benar dan para Nabi-nabi palsu yaitu sesorang yang mengklaim atau menganggap bahwa dirinnya adalah seorang nabi secara dusta. Sampai saat inipun banyak orang yang mengganggap dirinya sebagai seorang Nabi yang dipilih Allah. Fenomena menyegani banyaknnya pengakuan mengenai kenabiaan telah terjadi secara terus-menerus yang terjadi pada masa silam. Sudah banyak nabi-nabi palsu yang bermunculan untuk menggudai sertai mencobai bangsa Israel untuk berpaling kepada Allah (Ulangan 13:1-4), namun tidak semua sesorang yang menglaim dirinya Nabi itu adalah palsu.

Perjanjian Lama adalah bagian pertama yang ada dalam Alkitab terdiri dari 39 kitab yakni; kitab taurat, kitab sejarah, kitab puisi dan kitab nubuatan atau yang disebut kitab nabi-nabi. Nabi-nabi Israel banyak ditemukan dalam kitab Suci Agama Kristen. Nabi-nabi Israel menempati ruang istimewa dalam sejarah kenabian Kristen. Tidak ada bangsa lain selain bangsa Israel yang memiliki jumlah nabi yang sebanding dengan mereka. Di Isreal peran nabi dalam kehidupan penduduknnya tidak dapat diremahkan, masih terdapat penyelewengan dari Hukum Allah, tetapi tanpa para nabi tersebut kemungkinan penyelewengan akan lebih parah. Ketika melihat panggilan dan pengutusan Nabi dalam Perjanjian Lama maka akan memberikan pengertian dan dasar, bahwa setiap panggilan dan pengutusan Allah merupakan Hal yang sangat Mulia[2]

Di zaman yang serbah modern, banyak sekali bermunculan orang-orang yang mengangap dirinya adalah seorang Nabi. Membahas mengenai seorang Nabi di era masa kini, ada sebuah lembaga yang menganggap dirinya adalah seorang nabi, lembaga ini berusaha untuk menyuarakan hati nurani orang-orang yang bersikan kritis terhadap melakukan amanat kekuasaan, kedaulatan rayak, lembaga ini juga menubuatkan unsur-unsur adikrodati jika orang-orang , lembaga pada zaman mulai lupa terhadap tujuan hidup di bumi (dunia) ini[3]

Maka dari itu penulis berusaha untuk membahas mengenai Kenabian serta panggilan seorang pelayan Tuhan Khususnnya Gembala sidang yang sesungguhnya yang bertujuan agar pembaca dapat memahami dan membedakan siapakah Nabi yang benar-benar dipilih Allah, bagaimanakah Gembala sidang yang benar itu dan nabi-nabi yang palsu yang mengklaim dirinya adalah seorang Nabi sehingga pembaca tidak mudah ditipu oleh orang-orang yang menggangap dirinya seorang nabi.

LANDASAN TEORI (PEMBAHASAN)

1.      Pengertian nabi-nabi

Kitab nabi-nabi dalam tradisi Kristen diyakini berasal dari Bahasa ibrani “navi” ini berarti bahwa seseorang yang mewartakan pesan yang diterima dari Allah. Seorang nabi, dalam perjanjian lama disebut “mulut”Yahweh karena memberitakan pesan Allah kepada manusia. Kata “nabi”siartikan dengan “mengangkat”, “menunjuk”, atau “memanggil”. Kata nabi apabila dipakai dalam bentuk pasif secara etimologis bermakna yaitu seseorang yang dipanggil dan diutus oleh Allah dengan suatu tugas dan tujuan yang tertentu. Secara teologi nabi merupakan seseorang yang berbicara atas nama Allah, maka dari itu dapat dikatakan bahwa nabi merupakan seseorang yang ditus oleh Allah.

Nabi merupakan hamba Allah yang diutus oleh Allah agar dapat mengajar umat Allah untuk selalu berada pada jalan yang benar, sehingga umat Allah dapat terarah dan terbimbing ke jalan yang Allah inginkan.[4].

2.      Panggilan Kenabian dalam Perjanjian Lama

Para Nabi Perjanjian Lama addalah seorang pelayan firman Allah selama berlakunnya hukum Musa, mereka telah sekilas melihat kemuliaan allah dan mengungkapkannya dalam bentuk puitis yakni, penglihatan akan Allah, kerajaan-Nya, zaman Mesianis yang membaw shalom (damai sejahtera), karya Roh.[5]

Pandangan Historis

Dalam Perjanjian Lama nabi memiliki peran penting dalam kehidupan umat Tuhan (Bangsa Israel). Jabatan Nabi artinya yaitu seseorang yang mengambil tempat yang utama dalam kehidupan dari bangsa Israel (umat Pilihan-Nya). Dalam perjanjian lama nabi memiliki suatu ciri khusus yang khas yakni.

Panggilan serta pengutusan setiap para nabi adalah hal yang merupakan suatu tindakan dari Allah demi kepentingan Umat yang dikasihi-Nya. Ini sering terjadi dengan dimulainnya suatu peristiwa yang bersifat rahasia dimana Allah memakai seorang yang dikehendakinnya dalam melaksanakan misi atau karya-Nya[6]

a.       Suatu panggilan dari Allah. Setiap dari nabi yang terpanggil oleh allah dan memiliki atau diberikan tugas dari Allah untuk bernubuat (Yesaya 6:1-8).

b.      Sebagai penyampai pesan Allah (firman Allah) kepada umat-Nya. Berita atau pesan yang disampaikan bkan merupakan suatu karangan atau buatan manuia melainkan suatu hal yang diterima dari Allah. (Yer 23:18).

Panggilan seorang nabi berbeda dengan Imam, karena para nabi adalah orang-orang yang dipilih Tuhan diantara banyak orang. Inilah yang mebuat seorang nabi menduduki tempat yang terhormat, karena dipanggil secara khusu oleh Tuhan.

3.      Kriteria seorang nabi Allah yakni:

a.      Seorang Nabi berasala dari keturunan Israel

b.      Seorang nabi yang dipanggil oleh Allah

c.       Seorang Nabi selalu dikuasai oleh Roh Allah

d.      Seorang Nabi yang melayani sebagai juru bicara Allah

e.       Seorang Nabi yang menerima suatu otoritas dan penyertaan dari Allah

f.       Seorang Nabi menjadi seorang Gembala yang baik atas domba-domba Allah

g.      Seorang Nabi yang mendemonsrasikan Firman Alah dan misi-misinnya[7].

 

4.     Tugas nabi

Panggilah Allah terhadap para nabi sering bersamaan dengan suatu peristiwa yang luar biasa dalam membantu menyadarkan nabi tersebut. Panggilan untuk menjadi seorang nabi juga dapat meliputi bebrapa aspek persiapan bagi pekerjaan yang akan datang. Seoarang nabi menerima tugas yang berat yang harus dilakukannya, meskipun Allah memberi petunjuk tentang pekerjaan yang harus dilakukan dan jalan yang harus ditempuh namun nabi tersebut masih memiliki rintangan dan tantanggan dalam pelayanan (tugas) sebagai seorang nabi. Jika sesorang ingin melakukan suatu pertanggung jawaban moral yang patut pada Masa kini, maka orang tersebut harus menyadari akan masa depan. Hal ini menempatkan nubuatan di dalam Perjanjian Lama di luar bidang ramalan dan keingintahuan. Seorang nabi memiliki tugas yang sangat berat, diaman seorang nabi harus merintis jalan yang sama sekali baru dibandingkan sebelumnya. Tuhan memberikan suatu petunjuk mengenai pekerjan yang harus dilakukannya, namun dalam tugas yang diberikan kepdanya, ada banyak tantangan yang harus dilebatinnya (dihadapinnya). Tugas yang dijalankannya dapat membawanya kepada suatu masalah besar atau kehormatan yang luar biasa diterimannya.[8]

Nabi pertama-tama ialah pelayan Firman Allah. Sangat jelas bahwa seorang nabi berbicara pada situasi mereka, yang merupakan suatu peringatan-peringatan dan bimbingn-bimbnga masa depan. Hampir semua para nabi tampil sebgai seorang peramal yang tertulis dalam Almsal 1:2. Tugas dan peranan poko seorang nabi dapat dipelajari melalui tradisi kenabian Perjanjian Lama, pertama ialah untuk mengingatkan bangsanya, khusunya Israel yang lupa akan perjanjian kasih dengan Tuhan.[9]. peran dari seorang nabi selain itu ialah, nabi juga menubuatkan masa depan, menyampaikan warta gembira, serta membangkitkan dalam hati umat Tuhan mengenai pengharapan akan Almasih yang dijanjikan, yang akan mendirikan kerajaan baru[10]. Keberadaan seorang Nabi Allah tidak berbeda dengan sesamannya manusia. Tetapi seorang Nabi Allah memilik hal khusus dari Allah sehingga membedakannya dari orang biasa. Nabi adalah Abdi Allah (utusan Allah0 yang dipanngil dan dipilih dalam menyampaikan pesan-pesan Allah kepada umat-Nya. Di dalam Perjanjina Lama orang pertama yang diebut sebagai Nabi adalah Abraham, Abraham memiliki panggilan yang Khusus yang bersifat pribadi dari Allah.

 

5.      Mengenai Nabi Palsu

Nabi palsu serigkali bernubuat dengan berdasarkan suatu mimpi yang ia dapatkan atau mellui harapan palsu mereka. Tidak dipunkiri juga nabi Palsu sangan fasih daam mengutib setiap ayat dalam Kitab suci sebagai bahan pembelaan diri mereka. Serta ketika melihat zaman modern ini, mereka seringkali memakai kata-kata yang sangat indah yang membuat pendengar mempercayainnya. Perlu juga diketahui bahwa nabi palsu mampu mencui otak orang agar orang tersebut mengikuti apa yang diperintahkannya.

Nabi palsu juga sangat senang menggunakan ayat Kitab Suci dan terlihat layaknnya seorang yang pelayanan yang baik. Perlu juga diketahui bahwa nabi palsu selalu melayani dengan pamrih, sama seperti yang terdapat dalam Alkitab diman nabi palsu mereka dikuasai oleh katamakan dan keserakahan. Mereka merupakan seseorang yang ingin memanfaatkan orang lain demi kepentingannya sendiri serta keuntungan. [11]

 

6.         CONTOH NABI DALAM PL

Latar Belakang Nabi Yehezkiel

Nabi Yehezkiel merupakan seorang Iman yang menerima suatu panggilan

dalam menjadi seorang Nabi untuk menjadi penyembung lidah Allah dalam menyampaikan Pesan Allah kepada bangsa Isarel sekitar tahun yang ke-593 SM (yeh 1:2). Hal ini terjadi ketika masa pembuangan bangsa Isarel ke Babel, Yehezkiel juga merupakan orang yang ikut dalam pembuangan pada masa itu.

Ketika masa pemanggilang Yehezkiel untuk menjadi seorang Nabi, Yehezkiel merasa berat dalam menerima tugas dan tanggung jawab yang Allah berikan kepadannya, namun dengan sangat terpaksa, akhirnya Yehezkiel pun mengambil keputusan untuk menerima tugas yang Allah berikan kepadannya (Yeh 3:14).

Tugas Nabi Yehezkiel

Ketika Yehezkiel menjadi seorang Nabi bagi Umat Israel. Yehezkiel memiliki tugas yang Allah berikan kepadannya. Namun sebelum melakukan tugasnnya tersebut, ada hal yang sangat menarik dari kisah Yehezkiel yaitu, adannya pergulatan Yezkiel dalam melakukan misi yang Allah berikan. Nabai Yehezkiel diutus Allah bukan hanya untuk menyampaikan pesan Allah yang diterimannya, namun Yehezkiel juga harus dapat melakukan printah Allah. Ketika Yehezkiel melakukan tugasnnya atau perintah Allah sebagaimana yang dialami nabi-nabi lainnya ada beberapa tugas yang sangat berat yang harus dilakukannya, dimana Yehezkiel harus memberikan suatu peringatan kepada bangasa Israel, dimana bangsa Israel dalam pembuangan akan mengalami hal yang sulit (disiksa, dikurung, dan menderita kelaparan) jikalau bangsa isrel tidak mempercayai pemberitaan yang disampaikan Yehezkiel.[12]

 

7.     Gembala

Dalam KBBI Gembala adalah seseoarng yang menunjukkan keperdulian dan perhatian yang penuh dengan kasih sayang. Secara epistemology, pengertian gembala dapat dibagi menjadi dua yaitu:

v Seseorang yang mengembalakan ternak, menurut jenis binatang apa yang diurus disebut”gembala sapi”, “gembala domba”.

v Seseorang yang membina dan mengurus manusia baik secara kerohanian dan mental

Dalam bahasa Yunani, Gembala disebut sebagai Poimen yang artinya "penjaga” atau “yang memelihara”. Di dalam Alkitab, Yesus digambarkan sebagai gembala yang menuntun domba-dombanNya.

Gembala sidang ialah seseorang yang melayani Allah dengan cara membawa atau memimpin jemaat sebagai bentuk pengabdian dirinya terhadap Allah yang telah mwngutusnya. Seorang gembala sidang memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat berat, karena Gembala sidang berperan atau bertangung jawab atas mundurnya kerohanian jemaat yang dipimpinnya. Gembala sidang memiliki banyak tugas dan tanggung jawab dalam panggilannya menjadi seorang gembala. Ketika Seorang mimilih untuk menjadi seorang hamba Tuhan maka ia dituntun untuk dapat melaksanakan tugasnya dan tanggung jawabnya dengan sepenuh hati. Seorang gembala sidang menjadi pemimpin Jemaat dalam sebuah Gereja bukan karena ia memilih, namun karena ia terpanggil oleh Allah[13].

 Gembala sidang harus dapat menerima tugas yang telah dipercayakan kepanya. Menjadi gembala sidang merupakan suatu karunia yang telah Allah berikan kepada seseorang, sehingga gembala sidang harus mampu dan sanggup dalam menghadapi setiap tantangan dan hambatan yang akan dialami dalam kehidupannya, yang dapat membuat gembala sidang menjadi kuat atau menjadi lemahGembala sidang juga harus memiliki jiwa yang besar dan memiliki sifat yang sabar dalam memimpin. Gembala sidang sebagai seorang pemimpin mempunyai banyak tugas untuk mengembangkan jemaat[14].

 

8.      Tugas-Tugas Gembala Sidang

Seorang hamba Tuhan yang betul-betul mengikuti panggilannya menjadi seorang Gembala merupakan anugrah yang Allah berikan kepada seseorang. Seorang Gembala sidang yang memutuskan untuk manjadi seorang pelayan Allah haruslah dipikirkan secara matang dan benar-benar siap menjadi contoh bagi jemaat. Alasan utama mengapa harus memikirkan secara matang dan harus benar-benar siap ialah karena menjadi seorang Gembala sidang harus dapat menjadi contoh teladan bagi jemaat. Berikut ada beberapa tugas dari seorang gembala sidang:[15]

v  Menjadi seorang pemimpin: seorang gembala harus dapat bisa menjadi pemimpin bagi jemaat, yang dapat mengambil keputusan dengan benar yang dapat diterima oleh jemaat.

v  Memperhatikan keadaan jemaat: seorang gembala harus memperhatikan keadaan jemaat. Contohnya membesuk jemaat yang sakit, melakukan kunjungan kerumah jemaat yang mulai malas bergereja bahkan seorang gembala harus melakukan kunjungan kesetiap rumah jemaat sekalipun jemaat tidak sakit atu tidak memiliki masalah

v  Gembala menjadi berkat: seorang gembala harus dapat menjadi berkat bagi setiap jemaat, baik secara jasmani dan rohani. Secara jasmani, gembala harus sigap memperhatikan jemaat yang sedang dalam kekurangan, apabila gembala memiliki berkat lebih gembala harus dapat membantu jemaatnya. Secara rohani, gembala sidang harus mampu membangun kerohanian jemaat lewat khotbah, ibadah-ibadah yang dilakukan. Mengajar adalah kegiatan umum yang dilakukan oleh semua Gemba sidang[16].

Relefansi bagi Gembala Sidang

Panggilan merupakan suatu pekerjaan yang Allah berikan secara Khusus kepada seseorang yang dipilih-Nya. Ini merubakan sebuah tindakan Allah sbagai pemiliki kehidupan manusia melalui pemilihan nabi. Esesensi dari suatu panggilan Allah tersebut merupakan hal yang nyata yang berasal dari Allah, yang memiliki tujuan yaitu memperbaiki kembali hubungan-Nya dengan umat-Nya. Maka dari itu pemilihan seorang nabi merupakan suatu kelanjutan dari misi Allah dalam penyelamatan umat manusia yang berdosa.[17]

            Dalam zaman masa kini panggilan mejadi seorang Gembala Sidang terus berlanjut melalui gereja Gembala sidang memiliki tugas dan mandat dari Allah dimana Seorang Gembala sidang harus mampu Menyampaikan kebenaran (Firman Allah) kepada jemaat (umat manusia) layaknya seperti seorang Nabi yang memiliki tugas dan mandate dari Allah sehingga orang-orang yang mendengarkan Firman Allah dapat menerimanya yang memperoleh keselamatan dari Allah. Kesaksian dari Seorang Gembala sidang atau Gereja Tuhan atas karya penyelamatan anak-Nya (Yesus Kristus) dapat dibuktikan dalam berbagai cara baik itu dalam perkataan atau tindakan. Dalam masa kini untuk mewujudkan persaudara antar sesama umat Tuhan maka seorang Gembala harus menyadari bahwa ia merupakan mitra kerja Allah yang saling melenkapi dalam segi praktisnya ataupun yang lainnya. Untuk mencapai itu semua maka seprang Gembala sidang harus mampu menjadi teladan yang baik. Tugas dari Gembala Sidang juga memiliki kesamaan dari tugas seorang Nabi Allah, yaitu menyatakan rencana Allah kepada umat-Nya, maka dari itu Gembala sidang harus mampu mengabarkan bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat dunia baik dalam keadaan duka maupun suka. Dengan demikian seorang Gembala sidang harus bersedia mejadi seorang hamba yang setia seperti halnya seorang Nabi Allah.

PENUTUP

KESIMPULAN

            Jabatan seorang Nabi merupakan suatu Anugrah yang Allah berikan kepada seseorang, dan seorang Nabi memiliki suatu tanggung jawab yang berat, dimana seorang Nabi harus Menuntun umat Tuhan, menyampaikan Pesan Allah serta Untuk melakukan Kehendak Allah. Sorang Nabi bukanlah seorang yang biasa.

Begitu pula jabatan seorang Gembala sidang Merupakan suatu karunia yang diberikan Allah kepada seseorang, gembala Sidang juga memiliki suatu tanggung jawab yang berat yang harus dilakukan dengan setulus hati. Gembala sidang harus bertanggung jawab atas jemaat-jemaat Tuhan yang dipimpinya, dimana ia harus bisa menyampaikan Kebenaran Tuhan melalui Penyampaian Firman Tuhan yang dibawakannya.

 

DAFTAR PUSTAKA

Abraham J. Heschel, The Prouphets (New York: Harper dan Row, 1962)

Leon J. Wood, nabi-nabi Isarel (malang, gandum Mas, 2005)

Vangemeren A. Williem “Penginterpretasian kitab Para Nabi” Momentum, Surabaya, 2007.

Tobing Evendy, Kitab Nabi-Nabi Perjanjian Lama, Steviera Literatur Malang, januari 2019.

J. Lindblom, Prophecy in Anclent Israel (Oxford: Basis Blackwell, 1962)

Robert Cowls, Gembala Sidang (Bandung: Kalam Hidup,n.d), 7

John E. Ingouf. Sekelumit tentang Gembala Sidang (Bandung: Lembaga Literatur Baptis, 2001), 14.

Anthonius Kurniasatya, Pendeta dan Kependetaan, (GKI:Cimahi, 2006), hal 28

Howar d Rice. Manajemen Umat. Bandung: Kalam Hidup, 2006. Hlm 102.

Bacq, P. Kenabian Dalam Gereja sekarang, seri Pastoral, Pusat Pastoral Yogyakarta, 1994

Laurent Reresi “siapakah Nabi itu?. oktober 1995

Edy Kristiyanto, Salilit Sang Nabi. Yogyakarta, Kanisius, 2007

Darmawujaya P.R, Tindak Kenabian (Yogyakarta: Kanisius, 1991)

Chr. Bart, Teologi Perjanjian Lama 4 (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1989

Mali Mateus”Kenabian dan Nabi Palsu Modern”. Orientasi Baru, Vol 22, No. 1, April 2013

 

 



[1] Abraham J. Heschel, The Prouphets (New York: Harper dan Row, 1962)

[2] Damawijaya P.R., Tindak Kenabian (Yogyakarta: Kanisius, 1991)

[3] Edy Kristiyanto, Salilit Sang Nabi. Yogyakarta, Kanisius, 2007

[4] Leon J. Wood, nabi-nabi Isarel (malang, gandum Mas, 2005)

[5]  Vangemeren A. Williem “Penginterpretasian kitab Para Nabi” Momentum, Surabaya, 2007.

[6] Chr. Bart, Teologi Perjanjian Lama 4 (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1989

[7] Tobing Evendy, Kitab Nabi-Nabi Perjanjian Lama, Steviera Literatur Malang, januari 2019.

[8] J. Lindblom, Prophecy in Anclent Israel (Oxford: Basis Blackwell, 1962)

[9] Leo J. Wood, Nabi-nabi Isarel. Gandum Mas (malang : 2005)

[10] Laurent Reresi “siapakah Nabi itu? , oktober 1995

[11] MALI MATEUS “KENABIAN DAN NABI PALSI MODERN”.ORIENTASI BARU, VOL 22, NO. 1, APRIL 2013

[12]  Tobing Evendy, Kitab Nabi-Nabi Perjanjian Lama, Steviera Literatur Malang, januari 2019

[17] Bacq, P. Kenabian Dalam Gereja sekarang, seri Pastoral, Pusat Pastoral Yogyakarta, 1994

Komentar

Postingan Populer