Bagaimana Menganalisa Kitab Mazmur??

 



Judul               : Bagaimana Menganalisa Kitab Mazmur

Penulis             : Tremper Logman

Penerbit           : Literatur SAAT

Tahun terbit     : 2012

Hal                  :1-194


RINGKASAN

Gendre-gendre kitab Mazmur

Sebelum menganalisa kitab Mazmur, kita perlu mengetahuli bahwa banyak perbedaan yang terdapat dalam kitab Mazmur dengan jenis yang sama dengan kata lain, harus mengenal persamaan-persamaan di antara Mazmur –Mazmur. Genre adalah sekelompok ayat-ayat yang sama dalam mood, isi, strusktur atau susunan kata-katanya.

Gendre-gendre dalam kitab Mazmur

Sangat penting bagi kita untuk mengetahui genre kitab Mazmur, gendre juga memberikan cara yang baik dalam mengenal kebanyakan Mazmur tanpa mempelajari teks Mazmur satu-persatu. Sebuah Mazmur dapat dikategorikan kepada beberapa macam gedre yang berbeda mulai dari genre yang khusus sampai yang umum.[1]

Ada tujuh macam genre Mazmur: Mazmur Pujian, Mazmur Keluhan, Mazmur Pengucapan Syukur, Mazmur Peringatan, mazmur Penyerahan, Mazmur Hikmat dan Mazmur Raja.

Asal-usul, Perkembangan dan Pemakaian Kitab Mazmur

Judul-judul Mazmur

            Judul-judul di bagian pendahuluan tiap Mazmur memberikan informasi tentang penulis, latar belakang sejarah yang membuat Mazmur tertentu ditulis, melodi Mazmur, dan juga pokok-pokok lain. Dalam sejarah penafsiran Mazmur, banyak yang menolak tentang kebenaran judul dari pengarang, khususnya yang berhubungan dengan Daud. Meskipun demikian, kesaksian Alkitab mengenai Daud dalam perkembangan nyanyian dalam ibadah begitu kuat.

            Secara prinsip kita tidak meragukan Daud menulis Mazmur-Mazmur yang berkaitan dengan nama Daud. Bahkan pakar-pakar kritik modern setuju bahwa meskipun judul-judul Mazmur ditambahkan kemudian, namun beberapa Mazmur betul ditulis leh Daud dan kebanyakan Mazmur ditulis lebih dini. Memang semua pendapat tersebut memberikan dukungan bagi keabsahan judul pengarang, tetapi pendapat tersebut tidak memberikan dukungan kononisasi judul.

Judul- judul Sejarah

            Judul-judul sejarah memiliki banyak kesukaran dari pada judul-judul pengarang, jadi kita perlu mempelajari hal ini dangan berhati-hati. judl-judul sejarah pada permulaan sebuah Mazmur menunjuk kepada kejadian yang menginspirasikan penulisnnya. Hanya terdapat empat belas Mazmur berjudul sejarah (Mzr.3;7;18;30;34;51;52;54;56;57;59;60;63; dan 142).  Meskipun hanyak terdapat beberapa mazmur termaksud kategori ini, Mazmur  ini termaksud Mazmur penting karena memberikan sebuah pandangan mengenai latar belakng mengapa Mazmur-mazmur ini dituis. Para pakar mempunyai pendapat, yang sangat berbeda mengenai kepentingan judul sejarah. Banyak pakar yang berpendapat bahwa judul sejarah sejarah tidak berhubungan dengan Mazmur itu sendiri. Para pakar lain membela  bahwa judul-judul sejarah adalah Kanonik. Memang tidak dapat diraguka, sedikitnya empat belas judul sudah ada sejak lama, sebab itu judul-judul ini memberikan dukungan kuat bagi asal usul teks kitab Mazmur.

Cara Mazmur-mazmur dikupulkan menjadi Satu

            Kumpulan Mazmur merupakan sebuah buku yang beraneka ragam, yang berisi suka cita yang sangat luar biasa namun ada juga Mazmur yang berisi dukacita sangat dalam; pantun-pantun yang sangat pendek (Mzm. 117), namun ada juga Mazmur yang panjang (Mzm. 119). Maka dari itu, untuk mengumpulkan Mazmur menjadi satu buku, sangat membutuhkan jangka waktu yang sama seperti menulis Perjanjian Lama.

Bagaimana kita dapat memahami dinamika dan struktur Kitab Mazmur?, kuncinya yaitu dengan melihat Kitab Mazmur sebagai sebuah kitab yang hidup dan terbuka selama zaman Perjanjian Lama. Tidak semuannya struktur kitab Mazmur dapat dikenal dengan baik, namun kita dapat mengenal beberapa pengelompokkan penting dan perkembangan dalam Kitab Mazmur.[2]

Pengelompokkan Kitab Mazmur

            Pengelompokkan Kitab Mazmur yang sangat jelas adalah dengan membagi kitab Mazmur menjadi lima kelompok (Mzm. 1-41; 42-72; 73-89; 90-106; 107-150). Akhir dari tiap kelompok Mazmur ditutup dengan sebuah doxology. Setiap kelompok dari lima kelompok dalam kitab Mazmur mempunyai nama Tuhan khusus yang disenangi. Selain pengelompokkan berdasarkan pengarang, juga terlihat pengelompokkan berdasarkan pokok lain. contohnya seprti yang terdapat di dalam Mazmur 120-134 disatukan karena Mazmur-mazmur ini berfungsi sebagai nyanyian Ziarah.

            Sebagai kesimpulan dapat dikatakan bahwa tidak ada sebuah pengelompokkan yang sistematis dalam kitabMazmur. Kita dapat melihat adanya kelompok-kelompok yang lebih kecil dalam kitab Mazmur.

Perkembangan-perkembangan

            Dalam Bahasa Ibrani, kitab Mazmur disebut tehilim yang berarti “nyanyian pujian”. Namun ketika kita membaca Mazmur, keluhan jauh lebih banyak daripada nyanyian pujian.

Ketika kita membaca Mazmur mulai dari dapan sampai akhir, kita pasti akan merasakan atau melihat perubahan terarah ketika membacanya. Meskipun struktur secara keseluruhan dalam kitab Mazmur tidak dapat diketahui, namun ada tanda-tanda bahwa letak Mazmur-mazmur telah dirancangkan, khususnya pada bagian muka dan bagian akhir kitab.

Mazmur merupakan suatu bagian dari Ibadah bangsa Israel, baik secara bersama maupun individu. Ada kemungkinan Mazmur digunakan selama festival-festival, namun pemakain Mazmur sangat luas dari hal ini. Setiap analogi Mazmur dapat digunakan dalam penulisan dan pemakain nyanyian modern, meskipun mungkin tidak cocok.

Mazmur: pusat dari Perjanjian Lama

            Kitab Mazmur juga adalah pusat dari Perjanjian Lama dalam pokok-pokok penting lain. kitab mamzmur adalah pusat berita Perjanjian Lama. Pertama, sebuah peringatan bagi kita, pasal ini hanya dapat dimengerti dalam konteks pasal tersebut.

Perjanjian Lama dalam kitab Mazmur

            Sudah sejak lama kitab Mazmur dikenal sebagai’mikrokosmos’ dari berita Perjanjian Lama. Athanasius ahli theology abad keempat menyebut Mazmur “sebuah ringkasan dari seluruh Alkitab”. Pada abad keempat, Basil bishop Kasisaria memperhatikan bahwa Mazmur merupakan “sebuah ringkasan dari semua theology”.

            Kitab Mazmur memberikan sebuah gambaran Tuhan yang sitematik dalam hubungannya dengan dunia ini, maka kita tidak heran bahwa kitab Mazmur memberikan kita theology yang memiliki hubungan intim dengan Tuhan dan hubungan dekat dengan hidup.

Kehadiran Tuhan

            Kita merasakan kehadiran Tuhan yang begitu dekat dalam sorak kesukaan dan keluh tangisan dalam kitab Mazmur. Pemazmur mengetahui bahwa Tuhan mendengar dia, ia sering memanggi Tuhan. Pemazmur berbicara seperti seorang yang sadar bahwa Tuhan berdama dia. Tuhan ialah “Tuhanku”atau “Tuhan kami”. Contohnya terdapat dalam kitab Mazmur:8-9) “Suara TUHAN membuat padang gurun gemetar, TUHAN membuat padang gurun Kadesy gemetar, Suara TUHAN membuat beranak rusa betina yang mengandung, bahkan hutan digunduli-Nya, dan dalam bait-Nya setiap orang berseru:”Hormat!”.

Kehadiran Tuhan dalam sejarah

            Kehadiran Tuhan dengan umat-Nya bukan hanya perasaan dekat dengan Tuhan secara mistik. Tuhan menyatakan kehadiran-Nya diketahui oleh umat-Nya dalam tempat dan waktu.

            Kitab Mazmur merenungkan perbuatan Tuhan di masa lampau. Mazmur khusunya mengingat kembali kemurahan Tuhan dalam perbuatan penyelamatan-Nya. Mazmur 136 merefleksikan perbuatan penyelamatan tuhan pada waktu keluar dari mesir. Yang ditekankan dalam perbuatan ini ialah Kasih Tuhan.

            Kitab Mazmur kaya dengan meditasi theology. Kita banyak belajar tentang Tuhan dan jalan-jalan-Nya bagi kita ketika kita membaca nyanyian yang diwahyukan. Tujuan dari kitab Mazmur adalah untuk mengakui iman yang teguh dan Kasih kepada Tuhan.[3]

Membaca Kitab Mazmur dari perspektif orang Kristen

            Perjanjian Lama merupakan wahyu Tuhan sebelum Yesus dan Perjanjian Baru adalah wahyu Tuhan sesudah Yesus. Meskipun Perjanjian Lama ditulis sebelum Yesus, Ia tidak absen dari Perjanjian Lama. Kitab Mazmur kemungkinan besar bukan hanya Kitab Mazmur yang kita sedang pelajari. Kanon Perjanjian lama biasannya di bagi menjadi tiga bagian: Taurat; nabi-nabi- dan Tulisan-tulisan. Juga mencakup kitab-kitab seperti Amsal, Kidung Agung, ayub dan kitab-kitab lain (Daniel dan Tawarikh).

            Hubungan antara Perjanjian Baru penuh dengan pertanyaan, namun orang Kristen memiliki kepastian yaitu bahwa Yesus adalah pusat dari seluruh Alkitab. Sepanjang sejarah Perjanjian Lama terus berlangsung, pengharapan untuk seorang Mesias yang menderita dan akan dipermuliakan. Agustinus pernah berkata, “Perjanjian Baru tersembunyi di dalam Perjanjian Lama, Perjanian Lama terbuka di Perjanjian Baru.” Perjanjian Lama mengharapkan Yesus, dan Perjanjian Baru Ia disebut Yesus.

Hal-hal yang berhubungan dengan Mazmur Mesiamik

            Istilah Mazmur Mesianik dapat berarti dua macam. Dalam pengertian umum, sebuah Mazmur Mesianik merupakan sebuah Mazmur yang mengharapkan Mesias. Kita akan melihat bahwa semua Mazmur pada dasarnya adalah Mesianik dalam pengertian ini.

            Beberapa Mazmur mempunyai nubuatan dan berita  Mazmur-mazmur ini tidak mempunyai Pesan penting bagi zaman Perjanjian Lama. Berita Mazmur-mazmur ini menurut orang-orang tersebut hanya menubuatkan kedatanga Mesias. Mazmur 16 sering disebut sebagai Mazmur Mesianik dalam arti sempit. Berita penting dari mazmur dapat dilihat dari Khotba Paulus di Antiokhia (juga disebut dalam khotba Petrus di kis.2:25-28). Paulus berpendapat bahwa, penggenapan umat dari mazmur 16:10 buka pada Daud karena Daud sudah mati dan dikubur. Penggenapan utama Mazmur 16 adalah pada Yesus yang mati namun dibangkitkan dalam kebinasaan (1 kor.15) jika kita membaca kita mazmur 16 secara cermat, maka kita akan mengetahui bahwa ini merupakan sebuah nyanyian yang berisi pengharapan di tengah krisis penyakit. Mazmur ini mengantisipasikan Yesus karena penggenapan akhir Mazmur ini adalah pada diri Yesus. Dia mati, dan Ia bangkit kembali. Namun ketika kita Membaca Mazmur ini dari perspektif kristus yang sudah datang pertama kali, kita melihat Yesus dan kita juga melihat bahwa Mazmur ini juga berlaku untuk kita.

Kitab Mazmur: Cermin dari Jiwa

Kita harus menyadari bahwa pembahasan tentang pokok di atas mempunyai dua keterbatasan, yakni: pertama, kekayaan kitab Mazmur tidak terukur, Kedua, ketika penulis berkata bahwa kitab mazmur berbicara kepada intelek, kehendak dan emosi kita. Munkin kita berpikir bahwa aspek-aspek kepribadiaan ini berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini merupakan pendapat yang salah. Tiga aspek kepribadian sangat berhubungan kepada kita.[4]

Kitab Mazmur membangkitkan emosi kita

            Ketika pengarang Kitab mazmur bersukacita atau berdukacita , mereka merangsang emosi kita pada saat kita mengedintifikasikan emosi kita kepada mereka. Dengan kata lain, ketika kita membaca Mazmur, kita belajar bukan saja mengenai Tuhan, namun kita juga belajar mengenai diri kita sendiri. Bagi krbanyakan orang hal ini merupakan prospek yang menakutkan. Banyak bukti bah mazmur mengekspresikan pujian, keyakinan dan keluhan. Dan ada  beberapa emosi yang kita bahas.

Rasa hormat, pemazmur sering bicara di hadirat Tuhan, maka dari itu tidak heran kalua ia menyatakn rasa hormatnya kepada Tuhan (5:8). Seluruh mazmur 8 bernapaskan rasa hormat kepada Tuhan. Dalam kitab Mazmur, rasa hormat pemzmur keluar dari merenungkan ciptaan Tuhan, khusunya karya Tuhan dalam menciptakan manusia.

Rasa malu. Mazmur 44 berbicara sebagai wakil bangsa Israel. Bangsa Israel diancam oleh musuh-musuhnya dan Tuhan tidak memberikan pertolongan “Apa yang salah?” Tanya pemazmur “Kami tidak melanggar perjanjian. Tolong selamatkan kami!” pemazmur mengutarakan rasa malunya (ay 10, ay 16-17) karena Tuhan tidak menolong bangsa Israel (sedangkan pemazmur berpikir bahwa Tuhan akan menolong), maka ia sangat merasa malu ketika ia memanggil nama Tuhan.

Seni dari kitab Mazmur

Puisi perjanjian Lama

            Kitab Mazmur dikenal sebagai kitab puisi. Jika membaca kita Mazmur  kemudian membaca kitab Imamat, lalu kita membandingkan isinya, maka kita dapat membedakan cara menulis kitab kedua ini. Kitab Mazmur terdiri dari barisan-barisan pendek panjang hampir sama, sedangkan kitab Imamat jelas adalah kitab prosa. Kalimat-kalimat kitab imamat panjang-panjang dan memenuhi hampir seluruh halaman. Kitab Mazmur jelas merupkan kitab Puisi. Puisi merupakan sebagian besar dari Perjanjian Lama. LAI baru mencetak puisi dengan bentuk tertentu.

Mengapa puisi?

            Dari sudut pandang, pertanyaan ini (mengapa ada banyak puisi dalam Alkitab) tidak dapat dijawab. Tuhan mengatur bentuk dan isi Alkitab, dan kita manusia tidak dapat mengerti pikiran Tuhan tentang hal ini. Namun dengan melihat pentingnya fungsi puisi dan pengalaman kita ketika membaca puisi, kita dapat memberikan sebuah jawaban.

            Puisi berbicara kepada manusia seutuhnya sedangkan prosa tidak demikian. Yang penting ialah bahwa puisi berbicara kepada manusia imaginasi kita, seharusnya lebih dari prosa. Puisi merangsang imaginasi kita, membangkitkan emosi kita, mengisi intelek kita dan berbicara pada kehendak kita. Mungkin dari situlah mengapa puisi dipakai sebagai cara berkomunikasi oleh para nabi yang ingin menyampaikan Firmannya menarik perhatian pendengar, sehingga pendengar merasa tertarik untuk menerima berita mereka yang penting itu.

Image dalam Kitab Mazmur

            Kitab  Mazmur kaya dengan image-image. Tuhan dilukiskan dalam kitab Mazmur dengan banyak macam cara. Ia sebuah perisai, sebuah benteng, sebuah batu karang, sebuah awan gela, seorang gembala, seorang pahlawan, seorang pemanah, seorang pengemudi, karena perang, seorang raja dan masih banyak yang lainnya. Image-image lebih sering terdapat dalam bagian puisi dari pada bagian prosa Alkitab.

Apakah image itu?

            Ketika kita mebaca sebuah syair, pikiran-pikiran kita berisi gambaran-gambaran, contoh terdapat di dalam Mazmur 113. Mazmur tersebut berkaitan erat dengan nyanyian yang dinyanyikan oleh Hana ketika dia memuji Tuhan karena kelahiran Samuel (1 sam.2:1-10). Mazmur 113 kemungkinan ada di pikiran Hana ketika dia mengarang pujian. Mazmur ini juga serupa dengan nyanyian Maria dalam Lukas 1:46-53. Ketika kita membaca ayat keempat, kita akan mendapat lukisan Tuhan duduk di atas tahta yang sangat indah. Tahta-Nya begitu begitu tinggi, sehingga Dia melihat bukan hanya bumi tetapi juga surga. Mazmur ini di satu pihak memberikan kita gambaran yang jelas tentang Tuhan yang bertahta di sorga, dan di lain pihak gambaran Tuhan menolong orang miskin

Macam-macam Image

            Simile. Image berbicara melalui lukisan-lukisan kata-kata dengan sebuah perbandingan. Untuk mengajar kita beberapa kebenran, pemazmur membandingkan imageri dengan sesuatu benda lain. contoh yang terdapat dalam Mazmur (42:2). Simile ini membandingkan seekor rusa yang haus akan air dengan kerinduan pemazmur mencari kepuasan dalam Tuhan.

            Metafora. Sebuah metafora merupakan sebuah perbandingan yang tidak langsung. Jadi sebuah metafora adalah sebuah perbandingan tanpa memakai seperti. Contoh terdapat dalam Mazmur 23 mulai dengan: “Tuhan adalag gembalaku, takkan kekurangan aku”. Kalau ayat tersebut sebuah simile, akan berbunyi “TUHAN seperti gembala. Sebuah metafora mengomunikasikan sebuah image yang jelas daripada sebuah simile karena metafora memberikan perbandingan tidak langsung dan melukiskan perbandinga dengan dekat.

            Image tidak setepat seperti kalimat biasa. Mereka tidak menunjuk kepada kebenaran kitab Mazmur secara langsung seperti kalimat biasa. Dengan kata lain, tidak mudah mendapatkan kebenaran-kebenaran yang ada dalam image. Ingat bahwa ketetapan tidak berbeda dengan keseksamaan. Sebuah metafora mungkin tidak setepat sebuah kalimat harafiah tetapi tetap benar. Ketika kita memakai image, sepertinya kehilangan ketepatan, namun kita mendapatkan gambaran yang jelas. Image selain membankitkan emosi kita, menarik perhatian dan merangsang imajinasi, juga membantu kita menemukan beberapa kebenaran dari obyek-obyek yang dibandingkan.[5]

 

 

  


[1] Gendre memberi cara yang baik dalam mengenal kebanyakan Mazmur

[2] Pengelompokkan setiap Mazmur di bagi lima kelompok, setiap kelompok memiliki nama Tuhan yang disenangi.

Pelu berhati-hati di saat mempelajari judul sejarah, karena memiliki kesukaran.

Kunci dalam memahami dinamika kitab Mazmur adalah melihat kitab Mazmur sebagai kitab yang hidup dan terbuka selama zaman Perjanjian Lama.

 [3] Kitab Mazmur kaya dengan meditasi theologia. Dan tujuan Mazmur adalah untuk mengakui iman yang teguh dan kasih kepada Tuhan.

[4]  beberapa Mazmur memiliki pesan penting bagi zaman Perjanjian Lama.

Puisi berbicara kepada manusia seutuhnya sedangkan prosa tidak demikian.

[5] Istilah “image” berarti “gambaran”. Karena istilah ini sudah sangat umum dipakai dalam buku-buku teks Mazmur, maka untuk selanjutnya istilah ini tetap akan dipakai.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer