ENAM METERAI MURKA ALLAH

 


 

ENAM METERAI MURKA ALLAH

Pada akhir tiga setengah tahun pertama dari tribulasi sampai kepada menjelagnnya masa priode tiga setengah tahun kedua, dimana masa kesusahan besar terjadi. Allah Yang Maha Kuasa menimpahkan suatu hukuman dari sorga kepada setiap orang-orang yang mendurhaka di bumi. Dalam penglihatan Yohanes, ia melihat tampak Kristus memegang suatu kitab gulungn yang telah dimetraikan (Wahyu 5:1). Pada saat itu juga Yohanes menagis dengan amat sedih, karena tidak ada satupun orang yang dapat membuka gulungan kitab tersebut kecuali Kristus, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud (Wahyu 5:4-5). Pada saat Anak Domba tersebut membuka ketujuh materai tersebut, nampaklah sejumlah hukuman yang akan terjadi di dunia. Materai tersebut antara lain yaitu:

ü   Materai Pertama, Memperlihatkan seekor kudah putih yang ditunggangi seorang pemenang yang memegang sebuah panah dan kepadannya dikaruniai suatu mahkota kemenangan (Wahyu 6:2). Akan tetapi penunggang kuda itu, berbeda dengan penungang kuda putih yang terdapat di dalam wahyu 19:11-12 yang turun dari sorga dengan mengenakan mahkota bersama dengan para saleh-Nya dengan tujuan untuk mengalahkan antikristus menjelang masa Kerajaan seribu tahun.

ü  Meterai kedua. Menunjuukan seekor kuda Merah padam dan orang yang menunganginnya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahterai dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh dan kepadannya dikaruniakan sebilah pedang yang besar. Hal ini merupakan masa dimana akan terjadi peperangan yang sangat dasyat dan pertumpahan darah yang akan terjadi pada masa tribulasi ( Wahyu 6:3-4).

ü  Meterai ketiga, memperlihatkan seekor kuda hitam dan orang yang menunganginya memegang sebuah timbangan di tangannya. Hal ini mengambarkan akan terjadinya bencana di bumi yaitu bencana kelaparan yang sangat luar biasa dan kesengsaraan dengan karakter ganas dan mematikan sebagaimana yang dilukiskan oleh kuda hitam ( Wahyu 6:5-6).

ü Meterai keenam, memperlihatkan seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinnya. Mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan keleparan dan sampar dan dengan binatang-binatang buas di bumi (Wahyu 6:7-8). Dan tentunnya hal ini tidak dapat dibendung dan dihentikan, karena itu berasal dari Kristus sebagai suatu hukuman atas dunia yang menentang dan menghujat-Nya (Wahyu 13:6).

ü  Materai kelima, memperlihatkan jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki (Wahyu 6:9-11). Istilah ( ta psychas ) yang diterjemahkan “jiwa-jiwa” menunjuk kepada pribadi-pribadi manusia, yakni mereka yang menjadi martir  kerena Injil Kristus di dalam masa kesusahan. Hal ini menunjukan sebuah Realita yang akan terjadi, dimana akan terjadi penganiayaan dan kejahatan orang percaya atau hamba-hamba Allah dan juga kebencian terhadap Injil  Kristus di dalam masa tribulasi. Hal ini jauh lebih berat ketika dibandingan dengan tantangan dalam pelayanan yang dialami oleh gereja dan kekritstenan masa kini. Dan hal ini juga membuktikan suatu kebenaran dari unkapan dan peringatan Yesus yang menyatakan bahwa masa itu merupakan suatu hari malapetaka seluruh dunia yang tiada tarannya (Mat 24:21).

ü  Meterai keenam, merupakana suatu peristiwa yang akan terjadi yaitu gempa bumi yang dasyat dan matahari hitam bagaikan karung rambut dan buan menjadi merah seluruhnnya seperti darah dan binatang-binatang di langit akan berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara mengugurkan buah-buahnnya yang mentah. Bencana yang sanga mengerikan dan mematikan tersebut menyebabkan para raja dan pembesar juga setiap penduduk bumi menyembunyikan dirinya sambil berharap dan merindukan kematian segera menimpa dan terjadi atas diri mereka. Tanda-tanda tersebut akan mengawali permulaan hari atau masa kesengsaraan besar yang diwarnai dengan sejumlah murka Allah yang sangat menyengsarakan orang-orang yang menolak-Nya (Wahyu 6:12-17)


Komentar

Postingan Populer